Sabtu, 27 Desember 2014

bermain dengan hujan




     Suasana siang ini begitu damai, tak ada yang mengusik, kecuali rintikan rintikan hujan yg jatuh perlahan mengenai dahi, membuatku begitu cemas. Aku melihat sesosok anak kecil yg berdiri di persimpangan jalan, kira2 umurnya 6th-an, ia berambut sedikit pirang memakai baju agak kebesaran juga tidak memakai alas kaki, dan terlihat kumuh,meskipun begitu ia terlihat lucu.

Dari kejauhan aku melihatnya berkali-kali, ada raut wajah yg begitu penuh dengan tanda tanya, dengan rasa cemas, akupun menghampirinya lalu bertanya,.
Dik,. apa yg sedang kau lakukan disini ? sebentar lagi akan turun hujan,. jika kau tidak cepat-cepat pulang,. kau akan kebasahan,.
mungkin orangtuamu sedang mengkhawatirkanmu di rumah,.
apakah kau tersesat,? hingga tak tau arah mana yg harus kamu tuju ?? 
dia hanya memasang sedikit wajah nya yang lugu,tak sepatah katapun terlontar dari mulut nya yang mungil itu,.
Sampai di pertengahan siang,. aku mengajaknya duduk di tepi lapangan dekat trotoar jln.H.juanda,meski ia sama sekali tidak menampakkan raut kegembiraan,jalan ini tidak begitu ramai,hanya ada sekumpulan remaja yang berusaha menghindari tetesan air dari langit,ahh ternyata hujan,
kali ini hujan pun turun agak deras,tanpa sadar anak itu sudah berada di tengah lapangan sambil berteriak "kakaa cepat kemari" sambil bermain dengan hujan,.
aku hanya mengangguk kecil dan tersenyum.
Sempat aku termangu, mengingat-ingat lagi sejarah lampau, menggali lagi kenangan di masa silam, yaa dulu pun aku begini ada nya, bermain di tengah reruntuhan hujan dengan perasaan yg meluap2, hingga dingin pun tak lagi aku rasakan.
lalu, ia pun membuyarkan lamunanku,dan menarik-narik lenganku,. tampak nya ia ingin aku menemani nya bersama hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar